Arreal Tilghman Warga AS Pertama Jadi Penyanyi Dangdut

Minggu, 14 September 2008 18:26 WIB
Arreal Tilghman Warga AS Pertama Jadi Penyanyi Dangdut
JAKARTA–MI: Arreal Tilghman menjadi warga Amerika Serikat pertama yang menyanyikan lagu dangdut, setelah ia terpilih sebagai juara di ajang kompetisi Dangdut in America, yang digelar di negaranya sejak tahun lalu.

“Saya suka semua jenis musik, tetapi dangdut benar-benar istimewa. Semua orang menyanyi jazz, blues, pop, dan rock, tidak ada yang menyanyi dangdut. Setelah saya ikut kompetisi ini, saya menjadi sangat tertarik untuk menjadi bintang dangdut,” kata Arreal kepada sejumlah wartawan, sebelum jumpa pers yang digelar di kediaman Ketua DPR RI Agung Laksano, di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (12/9) lalu.

Arreal mengaku berada di Indonesia untuk pembuatan album dangdut debutnya, yang akan diluncurkan di Amerika Serikat dan Indonesia.

“Kemungkinan bulan November mendatang sudah beredar,” katanya.

Kedatangan penyanyi berkulit hitam asal Delaware, Philladelphia, AS ini digagas oleh promotor Rissa Asnan, ketua dan pendiri NSR Productions LLC, selaku penyelenggara Dangdut in America dengan dukungan PAMMI (Persatuan Artis dan Musisi Melayu Indonesia).

Rissa mengatakan, Arreal terpilih dari 90 peserta kompetisi karena dinilai terbaik dan paling nekad.

“Ada beberapa yang masuk kategori terbaik, tetapi Arreal adalah yang ternekat. Karena itu kami memilih dia,” katanya.

Belajar Pitch Contro

Berisi delapan lagu, dua di antaranya berbahasa Inggris, penggarapan album dangdut Arreal Tilghman memakan waktu tidak terlalu lama, praktis hanya dua minggu.

Trie Utami, penyanyi pop/jazz yang terkenal dengan sebutan Mrs Pitch Control di ajang KDI (Kontes Dangdut TPI) membantu proses pembuatan album Dangut in America sebagai guru vokal Arreal

“Effektif dua minggu di studio,” kata Mbak Iie, sapaan akrab.

Menurut Arreal, yang mengaku mengidolakan Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, dan Meggy Z, seumur hidup ia baru pernah mengalami “takut” saat mendapat pengarahan cara menyanyi dari orang lain.

“Ibu ini guru yang sangat galak. Saya sampai berkeringat dibuatnya,” katanya sambil tertawa lebar.

Menjawab pertanyaan wartawan, Mbak Iie mengatakan bahwa Arreal memiliki basis musik hitam (black music) dan persilangan yang dilakukannya dengan musik dangdut akan menjadi sesuatu yang baru dan unik.

“Selama ini kan kita (musisi Indonesia) yang menyanyikan lagu asing dengan gaya Indonesia. Sekarang ini, dia (Arreal) menyanyikan musik kita (dangdut) dengan gayanya. Ini sesuatu yang baru,” katanya.

Pecahkan rekor MURI

“Pembuatan album dangdut dengan penyanyi asing merupakan peristiwa pertama kali terjadi, dan ini patut kita banggakan,” kata Ketua DPR RI Agung Laksono saat memberikan kata sambutan selaku tuan rumah.

“Album Dangdut in America ini akan memperkenalkan produk seni budaya Indonesia di Amerika Serikat, dan tentu saja akan juga mendongkrak nama Indoneisa di mata internasional,” kata Agung.

Ia juga menyatakan dirinya secara pribadi sangat mendukung upaya-upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di luar negeri.

“Saya memang politisi, bukan musisi. Tetapi sebagai anak bangsa, saya bangga dan sangat mendukung upaya-upaya seperti ini,” katanya.

Penobatan Arreal Tilghman sebagai warga AS pertama yang menjadi penyanyi dangdut juga dicatat sebagai rekor baru oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Penyerahan pagam dilakukan Agung Laksono atas permintaan Jaya Suprana selaku Ketua Umum MURI.

“Saya kira penghargaan ini pantas diserahkan langsung oleh Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat,” katanya. (Ant/OL-2)

Tugu Equator Wisata Baru di Kalteng
PURUK CAHU–MI: Tugu Equator yang terletak di kawasan hutan Desa Tumbang Olong, Kecamatan Uut Danum, Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dijadikan objek wisata baru di daerah itu.

“Mulai tahun 2009 kami akan mengembangkan kawasan tugu equator itu menjadi objek wisata andalan daerah ini, bahkan di Kalteng,” kata Bupati Mura Ir Willy M Yoseph di Puruk Cahu, ibu kota Kabupaten Mura, Kalteng.

Tugu equator yang merupakan kawasan lintasan garis khatulistiwa di kabupaten pedalaman Kalteng itu dibangun tahun 2001 oleh perusahaan HPH PT Sarang Sapta Putra.

Selama ini, tugu khatulistiwa di wilayah kabupaten paling pedalaman Sungai Barito, yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Barito Utara itu masih banyak belum dikenal karena letaknya cukup jauh dari Puruk Cahu, yang mesti ditempuh dengan jalan darat dari Puruk Cahu, sekira empat jam lebih.

“Untuk itu kami melakukan pembenahan dengan membangun sejumlah sarana dan prasarana sehingga kawasan itu menjadi salah satu tujuan wisata,” katanya.

Bangunan tugu terdiri atas empat buah tonggak kayu ulin (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter dengan tulisan plat di bawah anak panah tertera 114? 2002? LG (OlvGr) menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

“Disekitar tugu sangat memungkinkan dibangun tempat peristirahatan guna memudahkan bagi wisatawan yang berkunjung ke sana,” katanya.

Objek wisata tugu equator di kawasan desa yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Desa Laas itu juga terdapat lokasi kawasan hutan, dimana terdapat koleksi tumbuh-tumbuhan khas Kalimantan yang dipelihara sekitar areal perusahaan yang bergerak disektor perkayuan tersebut.

Selain itu, disepanjang ruas jalan HPH tersebut juga kaya akan potensi wisata lainnya seperti air terjun Bumbun yang tinggi puluhan meter dengan bertingkat-tingkat dan wisata pasir putih bukit tengkorak.

“Kalau potensi wisata ini dikembangkan dengan serius kami yakin menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah di pedalaman ini,” demikian Willy M Yoseph. (Ant/OL-2)

~ by robeshare on September 16, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: