TRAGEDI PASURUAN

Senin, 15 September 2008 20:06 WIB
TRAGEDI PASURUAN
Syaikhon, Juragan Kulit yang Membagi Zakat sejak 1990
Penulis : Bagus Suryo

ANTARA / Muyawir

PASURUAN–MI: Sosok H Syaikhon, 55, yang tinggal di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husudo, Gang Pepaya No 169, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, dikenal sebagai seorang dermawan. Juragan kulit sapi itu sejak lama sudah membagikan zakat kepada warga.

Selain itu, banyak orang mengingat tiap hari ke-15 Ramadan, ia selalu membagikan zakat di rumahnya.

Menurut tetangga depan rumah Syaikhon, Totok Nugroho,45, bapak empat anak itu sudah menempati rumah di Kelurahan Purut Rejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, sejak tahun 1983. Mulai membagikan zakat kepada warga diketahui sejak 1990-an.

“Sudah sejak dulu pak Syaikhon sudah membagikan zakat,” tegas Totok kepada Media Indonesia, Senin (15/9).

Awal menggeluti profesi, warga mengenal Syaikhon sebagai juragan kulit sapi untuk kerupuk rambak. Ia menjadi pengepul yang menampung atau membeli kulit sapi dari sejumlah pedagang.

Selain itu, Syaikhon juga memiliki usaha penjualan mobil, jual beli tanah, dan ketua koordinator haji di kelurahan setempat. “Syaikhon orangnya baik. Dengan tetangga tidak tertutup. Ia punya musala dan sering menggelar pengajian,” tegasnya.

Sebagai pengusaha terpandang di kelurahan setempat, tak mengherankan keluarganya sudah pernah berangkat haji. Ia memiliki seorang istri, dan empat anak yakni Arifin,30, Faroq, Leli (masih kuliah di Surabaya), dan Haidar (masih kuliah di Universitas Brawijaya Malang).

Lusiana, 36, warga Mandaran Rejo, Kecamatan Bukul Kidul, Kota Pasuruan, mengatakan mengenal H Syaikhon sebagai sosok dermawan. Ia kenal setelah dua tahun sebelumnya menerima zakat darinya sebesar Rp25 ribu.

“Tahun ini saya datang lagi untuk meminta zakat. Namun, malah terjadi musibah seperti ini,” kata Lusiana saat menjalani opname di Rumah Sakit Umum R Soedarsono, Pasuruan.

Tidak seperti tahun sebelumnya, pembagian zakat tahun ini lebih gebyar. Sebab, diumumkan lewat radio. Tak pelak mengundang banyak orang ke rumahnya minta untuk zakat. Yakin pembagian zakat berlangsung aman, sehingga tanpa mengundang polisi.

Namun, tidak disangka berakibat tragis. Sebanyak 21 warga tewas, 10 warga lainnya luka akibat berdesakan berebut zakat yang ia berikan. (BN/X-10)

~ by robeshare on September 16, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: