Kontroversi Supriyadi PETA, Kostum Andaryoko dan Agak Nggombal

Kontroversi Supriyadi PETA, Kostum Andaryoko dan Agak Nggombal
Teguh Budi Santoso – detikNews


http://www.detiknews.com/images/cont…yadiokedlm.jpg

Jakarta – Dari balik kostum bernama Andaryoko Wisnuprabu, Supriyadi mendadak muncul. Ya…dialah Supriyadi, pahlawan PETA yang hilang misterius dalam pemberontakan Blitar, 63 tahun lalu. Setidaknya itulah pengakuannya. Lepas dari apakah hal itu sensasi atau benar adanya, tak pernah ditemukannya jasad Supriyadi memang bahan menarik untuk jadi komoditi misteri.

Sekelumit berita di liputan6.com menarik perhatian. Sebuah warta yang menyebutkan Supriyadi, tokoh pemberontakan PETA masih hidup hingga kini. Sang tokoh, yang bersalin nama menjadi Andaryoko Wisnuprabu (89 tahun) hidup di Semarang, malahan membuat buku soal pengakuannya ini. Buku itu diberi judul Kesaksian Supriyadi yang penulisannya dibantu sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T Wardaya.

Wow…!!. Antara mengejutkan dan tidak. Tidak karena sebelumnya memang banyak rumor yang membumbung bahwa Supriyadi tak ikut tewas saat Jepang memberangus pimpinan PETA di Blitar, dan mengejutkan karena selain momentumnya terkesan tak jelas, juga penulis buku pengakuan Supriyadi tersebut sejarawan senior. Tentu bukan sekadar sensasi kalau Baskara sampai berani melempar dadu intelektualitasnya untuk membuat buku tersebut.

Buku itu baru dirilis di Semarang, Sabtu (9/8/2008). BUku itu membeberkan mengapa sekian lama ia tak muncul, termasuk datang sebagai jenderal nomer satu TKR di awal revolusi. Dan juga mengapa ia terpaksa harus berganti identitas dan hidup di bawah pentas-pentas politik bangsa.

Jauh sebelum buku itu terbit, sebenarnya sudah banyak tulisan yang berkisah soal Supriyadi, termasuk pengakuan seseorang (mungkinkah ia Andaryoko yang kini mengaku secara terbuka?) bahwa dialah Supriyadi. Si pengaku – sebut saja tokoh anonim – ini menunjukkan dokumen-dokumen berupa kliping koran soal penunjukkannya sebagai panglima TKR dan foto bareng Soekarno (Mungkin foto saat Soekarno mengunjungi rumahnya di Blitar atau saat pendidikan PETA di Tangerang).

Tokoh anonim menyebut pemberontakan PETA sebetulnya tak pernah ada. Yang ada, tanpa sebab dirinya dan dua rekannya tiba-tiba ditangkap Jepang dan akan dieksekusi. Si pengaku Supriyadi ini mengaku saat itu difitnah rekannya R Priyadi. Ketika masuk lapangan eksekusi, ketiganya berontak dan melarikan diri. Jepang yang ngamuk lantas melampiaskannya dengan menghajar tentara PETA di Blitar yang berujung pada bentrokan bersenjata.

Selama masa ‘alienasi’ yang ia jalani, ia tak 100% mundur dari panggung sejarah. Si tokoh anonim mengaku ikut terlibat – meski berada di balik layar – dalam beberapa momentum sejarah penting, seperti dialah yang menembak Brigjen Mallaby di Surabaya, serangan umum 1 Maret 1949 bahkan supersemar. Terasa agak nggombal ya…tapi itu lah pengakuan si tokoh anonim.

~ by robeshare on September 17, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: