Warganegara Amerika Serikat Termasuk Dalam 60 Korban Bom Pakistan

Minggu, 21 September 2008 20:39 WIB
ISLAMABAD–MI: Satu warga negara Amerika Serikat termasuk di antara yang tewas akibat serangan jibaku atas hotel Marriott di Islamabad, ibukota Pakistan, pada Sabtu (20/9), kata pejabat rumahsakit dan keamanan .

“Kami mendapatkan mayat satu orang warga negara Amerika Serikat, yang tewas akibat ledakan itu,” kata jurubicara Lembaga Ilmu Kedokteran Pakistan, Wasim Khawaja.

Jurubicara kedutaanbesar Amerika Serikat Lou Fintor menolak menanggapi segera kematian tersebut.

Seorang pejabat keamanan menyatakan orang Amerika Serikat itu termasuk di antara sedikit-dikitnya dua orang asing tewas akibat ledakan bom truk tersebut, yang juga mencederai sekitar 200 orang.

Regu penolong Pakistan pada Minggu menemukan jenazah Dutabesar Republik Ceko Ivo Zdarek dari reruntuhan hotel itu, kata pejabat.

Kematian tersebut dipastikan Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani.

Jurubicara kedutaan Ceko hanya memastikan bahwa dutabesar hilang sejak hari sebelumnya.

Pejabat keamanan menyatakan jenazah dutabesar itu dibawa ke gedung kedutaan Ceko.

Menurut laporan dari Praha, ibukota Ceko, dutabesar Ceko di Pakistan tewas akibat serangan jibaku di hotel tersebut, yang juga menewaskan sedikit-dikitnya 60 orang, kata televisi umum Ceko CT 24 dalam laporannya pada Minggu(21/9).

Ivo Zdarek menghubungi kedutaannya sesaat setelah pemboman itu pada Sabtu malam, dari dalam hotel tersebut dan ia minta ditolong, namun tidak terdengar apa pun sejak itu, kata orang kedua pada kedutaan itu, Jaroslaw Kalfirt, di Islamabad.

Kalfirt menyatakan upaya bersama dengan pemerintah Pakistan ke tempat pemboman itu gagal.

Bom truk jibaku itu juga membakar bangunan di ibukota Pakistan tersebut.

Pasukan keamanan dalam negeri di negara bersenjata nuklir itu, yang merupakan kesatuan penting dalam menghadapi kelompok Alqaida dan kelompok pejuang lain, mendapatkan kejadian terburuk dalam dua tahun terahir.

Pemboman itu bercirikan serangan Alqaida atau kelompok ikutannya, kata pejabat sandi Amerika Serikat.

Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah presiden baru Pakistan Asif Ali Zardari, duda mendiang mantan perdana menteri Benazir Bhutto, menyampaikan pidato pertamanya di parlemen, yang terletak beberapa ratus meter dari ledakan tersebut, menegaskan bahwa terorisme akan dibasmi.

Zardari menyampaikan pidato televisi kepada seluruh bangsanya pada Minggu dan menyatakan pemboman adalah tindakan pengecut.

“Ini wabah, kanker di Pakistan, yang akan kami basmi,” katanya, “Kami tidak akan takut kepada pengecut ini.”

Tentara Pakistan sedang gencar melakukan serangan besar terhadap pejuang Alqaida dan Taliban di wilayah Bajaur di perbatasan dengan Afganistan, sedangkan tentara Amerika Serikat menggencarkan serangan terhadap kaum pejuang di perbatasan wilayah Pakistan dari Afganistan, yang membuat marah banyak orang Pakistan.

Kelompok pejuang melancarkan serangan bom, sebagian besar ke arah pasukan keamanan di baratlaut, sebagai balasan atas serangan terhadap mereka. (Ant/OL-03)

~ by robeshare on September 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: