Bush dan Obama Senin akan Bicarakan Irak dan Ekonomi

Jumat, 07 2008 10:52 WIB

WASHINGTON–MI: Presiden Amerika Serikat George W Bush mengatakan, Kamis (6/11), dirinya serta penggantinya Barack Obama Senin (10/11) akan bertemu untuk membicarakan masalah Irak dan krisi ekonomi global.

Bush, yang akan turun dari jabatannya pada 20 Januari mendatang setelah memimpin AS selama delapan tahun, dalam pidato ucapan terima kasih yang disampaikan di depan sekitar 1.000 pembantunya, mengatakan mereka perlu bekerja sama dengan Obama untuk segera menangani berbagai masalah kritis seperti perang dan krisis ekonomi.

“Saya menantikan pertemuan dengan sang presiden terpilih untuk membicarakan masalah-masalah tersebut,” kata Bush.

Obama sendiri dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa dirinya dan isterinya Michelle juga menantikan pertemuan dengan Presiden Bush dan Ibu Negara pada Senin untuk memulai proses peralihan yang lancar dan efektif.

“Saya berterima kasih kepada beliau (Bush) yang merangkul dengan semangat bipartisan yang diperlukan dalam menghadapi banyak tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa,” kata Obama, yang pada Kamis telah mendengarkan paparan mengenai intelijen dari para pembantu Bush.

Pertemuan pada Senin di Gedung Putih akan menjadi yang pertama kalinya bagi Obama sejak ia menang telak di Pemilihan Presiden pada 4 November lalu.

Pembicaraan antara Bush dan Obama akan berlangsung beberapa hari sebelum para pemimpin dunia berkumpul di Washington pada 15 November untuk membicarakan penyebab dan upaya menangani krisis ekonomi global.

Presiden dan Ibu Negara Laura Bush nantinya akan menyambut Obama sekeluarga dan setelah itu Bush beserta Obama akan melakukan pertemuan di Gedung Bundar sementara isteri-isteri mereka akan berkeliling ke bagian kediaman presiden, kata Juru Bicara Gedung Putih Dana Perino.

Bush mengingatkan bahwa para teroris seperti yang berada di balik serangan 11 September 2001 bukan tidak mungkin melakukan penyerangan lagi terhadap AS saat serah terima.

“Kita sedang berjuang menghadapi para ektrimis keji yang ingin menyerang kita, dan mereka bisa jadi akan memanfaatkan periode peralihan ini untuk menyerang rakyat Amerika,” kata Bush.

Bush menyebut terorisme dan tantangan ekonomi yang tidak akan berhenti untuk diselesaikan oleh presiden yang baru sebagai alasan-alasan utama. Oleh karena itu memastikan bahwa peralihan berjalan selancar mungkin menjadi prioritas di akhir masa kepresidenannya.

“Untuk 75 hari ke depan kita semua harus memastikan bahwa presiden berikutnya dan kabinetnya bisa langsung bekerja,” kata Bush. (Ant/OL-01) arsip from : http://mediaindonesia.com/

~ by robeshare on November 7, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: