Tayangan TV Picu Kehamilan Remaja

13-11-2008 18:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan

Foto : edition.cnn.com/images

Sebuah studi baru dari RAND Corporation menunjukkan bahwa Tayangan Yang Mengandung Unsur Seksual di TV mempunyai hubungan erat dengan kehamilan remaja.

Para peneliti dari organisasi non-profit menemukan bahwa para remaja dengan akses yang tinggi ke TV yang menyiarkan tayangan berunsur seksual mempunyai peluang 2 kali lebih besar untuk hamil atau menghamili daripada remaja yang kurang menyaksikan tayangan ini selama 3 tahun. Ini adalah studi pertama yang mendemonstrasikan hubungan ini, kata RAND.

Pesan penting dari studi ini yaitu harus ada lebih banyak lagi dialog mengenai sex di media, khususnya antara orangtua dan anak-anak mereka, kata Anita Chandra, pemimpin studi dan ahli tingkah laku (behavioral scientist) di RAND.

”Kami tahu orangtua sibuk, tetapi seharusnya mereka punya waktu untuk duduk dan menonton bersama dengan anak mereka yang sudah remaja, berbicara mengenai tokoh, mengenai hal yang baru mereka saksikan, dan menjadikan itu sebagai momen untuk mengajar,” kata Chandra.

”Kita tahu jika anak menonton TV lebih dari satu jam per hari, dengan adanya tayangan yang mengandung unsur seksual setiap 10 menit, berarti mereka melihat adegan seksual yang cukup banyak,” kata Chandra

Dengan adanya penemuan ini, Chandra berharap bisa mencegah kehamilan di usia muda. Anak-anak seharusnya lebih fokus pada media tulisan daripada TV, katanya.

Studi ini juga menunjukkan bahwa hidup dengan kedua orangtua memperkecil kemungkinan hamil di usia muda.

Hubungan yang kuat antara tayangan yang mempunyai unsur seksual dengan kehamilan remaja tidak mengejutkan, kata Dr. Yolanda Wimberly, asisten professor di klinik pediatri di Fakultas Kedokteran Morehouse (Morehouse School of Medicine).

Sangat penting bagi orangtua dan para pembimbing untuk mengajarkan kepada anak mereka mengenai topik seksual dan moral serta nilai-nilai. Akan tetapi mereka tidak bisa mencegah sepenuhnya, karena anak-anak dapat mengakses tayangan seperti ini di rumah temannya atau di internet, kata Wimberly.

Para ahli mengatakan bahwa TV jarang mengekspose risiko sex dan sering kali tidak menyebutkan alat kontrasepsi. Tetapi, penelitian terbaru dari RAND menunjukkan bahwa tayangan yang menawarkan dampak negatif sex, seperti penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan, bisa menjadi tayangan yang mendidik bagi siswa.

(*/edition.cnn.com) http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/?ar_id=NzI0

~ by robeshare on November 18, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: