Kisah Serdadu AS Pembelot Perang Irak

Pasukan khusus Irak bersama pasukan AS menantikan kedatangan sebuah helikopter Blackhawk yang akan mengantarkan mereka kembali ke pangkalan operasi. Pasukan Irak dan AS itu baru saja menunaikan patroli di selatan Baghdad pada 28 Agustus 2007

var so = new SWFObject(‘http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf’,’mpl’,’298′,’225′,’8′);so.addParam(‘allowscriptaccess’,’always’);so.addParam(‘allowfullscreen’,’true’);so.addVariable(‘height’,’225′);so.addVariable(‘width’,’298′);so.addVariable(‘file’,’rtmp://stream.seleb.tv:443/default/’);so.addVariable(‘image’,’http://tv.kompas.com/images/stories/081207_s_internasional.jpg’);so.addVariable(‘id’,’081207_s_internasional’);so.write(‘player’);

Selasa, 16 Desember 2008 | 09:56 WIB

Andre Shepherd adalah serdadu Amerika pertama yang ditugaskan di Irak yang minta suaka politik di Eropa. Shepherd sadar perang di Irak tidak benar.

Lalu ia lari dari satuannya, bersembunyi dan kini tinggal di pusat penampungan pencari suaka di Jerman.

Kamarnya di pusat penampungan pencari suaka sempit, berukuran 12 meter persegi dan sebenarnya untuk dihuni enam orang dewasa. Di sini Shepherd tidur sendirian. “Para pencari suaka dibagi sesuai kebangsaan. Karena saya satu-satunya orang Amerika, maka saya tidur sendirian di sini,” katanya kepada Radio Netherlands.

Ya begitulah. Shepherd tinggal di sebuah pusat penampungan pencari suaka tua, di kawasan terkucil sebuah kota Jerman. Shepherd tidak mau menyebut nama kotanya, karena takut polisi militer Amerika.

“Saya harus hati-hati, karena ini pertama kali serdadu Amerika minta suaka politik di Jerman. Saya tidak tahu apakah Amerika akan menghormati undang-undang Jerman,” kata Shepherd.

Suaka politik

Shepherd menggunakan semua tempat tidur di kamarnya. Di situ berserakan buku-buku tentang perang di Irak dan tentang Jerman. Bulan lalu serdadu Amerika ini menulis sejarah ketika ia melapor di kantor mirgasi Jerman, Bundesamt für Migration und Flüchtlingen. Sebelumnya memang sudah ada prajurit Amerika membelot di Eropa, tapi Shepherd merupakan yang pertama yang minta suaka politik.

Warga Amerika keturunan Afrika yang berusia 31 tahun ini tidak mau lagi bertugas di Irak, karena perang ini tanpa mandat PBB sehingga bertentangan dengan hukum internasional. Shepherd mengatakan, keikutsertaan dalam perang ini menjadikan dia seorang penjahat.

Ini antara lain menyinggung prinsip pengadilan tokoh-tokoh Nazi setelah Perang Dunia Kedua.

“Setiap prajurit bertanggung jawab sendiri atas perbuatannya. Kalau saya kembali ke Irak dan ikut perang ilegal, maka pada prinsipnya saya bisa diseret ke tribunal perang,” tandas Shepherd.

Dinas di Irak

Shepherd masuk tentara lima tahun lalu. “Ketika saya keluar dari universitas tahun 2000 sampai saya masuk dinas militer tahun 2004, saya berjuang hidup. Saya sempat dua kali menjadi gelandangan,” katanya.

Sejak September 2004 ia bertugas di pangkalan di dekat Tikrit. Dua belas jam tiap hari ia bekerja dengan helikopter tempur Apache, tapi tak lama kemudian ia mulai meragukan misinya.

“Orang-orang Irak yang bekerja di pangkalan kami, bersikap dingin. Tidak ada yang senyum atau berkata: Senang kalian ada di sini.” Keraguannya bertambah ketika Shepherd sadar betapa banyak warga Irak menjadi korban akibat berbagai serangan dan betapa menghancurkan peranan Apache.

“Sebagai montir saya berusaha agar pesawat-pesawat tetap bisa terbang. Saya pun mulai melihat dampak pekerjaan saya. Sulit rasanya untuk menerimanya.”

Sejak cuti di Jerman, Shepherd mulai mendalami latar belakang perang dan untuk pertama kali sadar, bahwa alasan resmi pemerintah Amerika tidaklah benar. Ia lalu memutuskan membelot. Pada malam tanggal 11 April 2007 ia memperoleh tempat bersembunyi di Jerman Selatan dari teman-temannya orang Jerman.

Kesempatan

Sebagian besar publik Amerika akan menganggap Shepherd sebagai pengkhianat. Ini menyakitkan bagi dia. Tapi ia berpendangan berbeda. “Kalau pemerintah melanggar seperti apa yang dilakukan pemerintah Amerika, maka warga harus angkat suara dan meluruskan langkah pemerintah. Saya melihat diri saya sebagai seorang yang mencoba melakukan perubahan menuju kebaikan.”

Shepherd banyak ketawa, seolah beban lepas dari bahunya. “Setelah satu setengah tahun tinggal ilegal, saya senang berada di sini,” kata Shepherd.

Tapi situasinya gawat. Ia telah menyerahkan nasibnya kepada otoritas Jerman. Kalau pemerintah Jerman menolak permintaan suakanya, ia akan diserahkan ke Amerika dan Shepherd bakal dimasukkan ke penjara selama berbulan-bulan atau malah beberapa tahun.

Otoritas Jerman menolak berkomentar, tapi jelas berkas Shepherd bakal memusingkan kepala. Kalau Jerman memberi Shepherd suaka, ini akan menyinggung perasaan Amerika dan sekaligus menciptakan preseden bagi tentara Amerika lain. Kalau Jerman memberi suaka, maka nama baik pemerintah Jerman di mata rakyat turun. Maklum mayoritas rakyat Jerman menentang perang Irak.

Shepherd sadar kasusnya sangat peka. “Biasanya setelah dua bulan para pencari suaka sudah diminta keterangan di sidang. Di dokumen saya hanya tertulis: Tanggal Sidang belum ditentukan.”

~ by robeshare on December 16, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: